Monday, August 16, 2004

MERDEKA DARI DOSA ?



di antara anyaman hari dia selalu mengikutiku
menyuruhku selalu berkalkulasi dg rimbunnya dosa dan buliran kebajikan
dia selalu bertanya sudahkan kau panen di bentangan ladang amalanmu ?
apakah panenmu kali ini baik2 saja ?
tak terserang hama dan tak terendus tikus2
aku hanya bisa tergugu dan termangu
aku bahkan tak tau mana amalan dan mana dosa itu
tak hilang penat mencoba menemukan perbedaan pola keduanya
katamu : "lihat itulah dosa yang hitam bagai batubara dan panas bagai baranya"
aku pun bertanya : "lalu mana yg amal kebajikan ?"
katamu : "entahlah aku jg tak tau, karena mereka telah terpolusi dg ujubmu"
bahkan ketika kucoba menengarai untuk terakhir kalinya pun aku gagal
alih2 beramal kebajikan, musim ini yg kupanen hanyalah dosa dan noda
kali ini benar2 aku MERDEKA dari amal kebajikan
naudzubillah .......

Sunday, August 15, 2004

LOVE IS A PLEASURE IN GIVING



apakah aku masih bersemayam di sana ?
diantara lorong labirin hatimu
apaku yang bersemayam di sana ?
rasa sayangku ?
bayanganku ?
celoteh ngawurku ?
atau
ketololan-ketololanku ?
mungkinkan aku masih ada di sana ?
sedangkan aku sudah sirna
walau rasa terbaikku masih utuh bersanding
entah bersama rasamu yang mana
benci, sayang, rindu, muak, ataukah hanya buangan polusimu saja
bagiku mencinta sudah cukup
tanpa harus mencari balasan makna
bahkan kepada senja
kau pun selalu membuang muka
padahal separuh nyawaku terbang bersamanya

MERDEKA ATAU MATI



ahhh hanya slogan yang sudah basi
aku yang sekarang hanya tersusun dari unsur muram
bersenyawa dengan kelelahan
berlumur ketidakpastian
menggenggam sejuta kepedihan
tergores tinggalkan bilur kekecewaan
inilah keluhku yang terpanjang
sekali mengeluh sudah itu pasrah
karena bagi Dia mati adalah perkara mudah
dan bagi kita memperjuangkan kehidupan
dalam jalan luruslah yang paling sulit
tetaplah bertahan .. bertahan ... dan bertahan
karena malaikat maut masih enggan menunaikan tugasnya

SEDINGIN PUALAM



merakit cinta pada kedangkalan hati
mencibir riang meluluh lantahkan rapuh jiwa
bagai tembikar yang tidak jadi sempurna
keliatannya saja kokoh ditempa api cinta
padahal begitu ringkih perlu gayutan abadi

nun jauh di sana
tarian angsa tak lagi indah dan anggun
hanya seperti balerina yang kakinya terkilir
ahh ...... di mana yang lalu itu
yang begitu menggelorakan pesona
yang menjadikanku bersemangat hidup
bukan untuk mengukur kemampuan
tapi hanya sebatas menebus janji madu
bahkan rasa madu pun aku sudah tak kenal
i don't know what i need
i don't know what happen with me
i don't know
ohhhh ......

Saturday, July 31, 2004

KENAPA HARUS BERTERIAK ?



Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;

"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak

"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya". Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar, menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?

Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.

Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan,janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.

Mungkin di saat seperti itu, TAK mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang BIJAKSANA. Karena waktu akan membantu anda."


tulisan itu saya dapat dari mailinglist tadi pagi, KENAPA HARUS BERTERIAK ? karena saya merasa sudah saatnya berteriak, selantang-lantangnya!!! saatnya menentang kepalsuan dan kejahatan yang mengatasnamakan sayang dan cinta. Mari berteriak, Tuhan-pun pasti mengizinkan, berhati-hatilah dengan orang lain yang bersembunyi didalam kedok sayang dan kasih, ternyata hanya akan memanfaatkan dan membuangnya sesudah tujuan busuk tercapai. Semoga Tuhan melindungi kita semua dari orang-orang seperti itu

Sunday, July 18, 2004

TIBA-TIBA SAYA INGIN MENIKAH



berpasangan engkau telah diciptakan,
dan selamanya engkau akan berpasangan
bersamalah dikau tatkala Sang Maut merenggut umurmu,
Ya, bahkan bersama pula kalian, dalam ingatan sunyi tahun
Namun biarkan ada ruangan antara kebersamaan itu
tempat angin-angin surga menari-nari di antaramu

berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta
biarkan cinta itu bergerak senantiasa, bagaikan air hidup
yg lincah mengalir antara pantai kedua jiwa
saling isilah minumanmu, tapi jangan minum dari satu piala
saling bagilah rotimu, tapi jangan makan dari pinggan yg sama
bernyanyilah dan menarilah bersama, dalam sukacita
hanya biarkanlah masing-masing menghayati ketunggalannya
tali rebana masing-masing punya hidup sendiri
walau lagu yg sama sedang menggetarkannya

berikanlah hatimu, namun jangan saling menguasakannya
sebab hanya Tangan Kehidupan yg akan mampu mencakupnya
tegaklah berjajar, namun jangan terlampau dekat:
bukankah tiang-tiang candi tidak dibangun terlalu rapat ?
dan pohon jati serta pohon cemara
tiada tumbuh dalam bayangan masing-masing ?

(Sang Nabi, Kahlil Gibran)

Sehabis nelpon ke jogja mendapat beberapa kabar gembira diantaranya, si fulan bulan depan mau menikah, si anu seminggu lagi menikah, si itu habis lamaran. Tiba-tiba saja saya juga ingin menikah hehehehe

Jadi teringat masa-masa menjadi aktivis "dolan". Ngider dari satu gunung ke bukit lain, dari satu gua ke luweng lain, dari satu sungai ke pantai lain. Kalau melihat pemandangan bagus masing- masing langsung berimajinasi sendiri-sendiri. Lihat sungai yg indah saya langsung berketetapan kalau nikah sambil merakit di sungai ini hehehehe, romantis banget yaa hehehehe. Si Penjozz lebih gila lagi katanya mau nikah sambil tandem terbang layang hehehehe, nggak mikir apa nggak kepikiran mau ditaruh di mana para saksi, penghulu sama petugas KUA nya. Mbak fia lain lagi, begitu melihat pemandangan spektakuler di luweng dekat Pacitan langsung ingin nikah di sana. Hehehehe jadi membayangkan para ibu-ibu, eyang-eyang masuk luweng apa sanggup mereka. Berimajinasi memang menambah semangat hidup, dari imajinasi akan tercipta penemuan dan pengalaman baru.

Jadi ..... sudikah kamu menikah denganku ? hehehehe

Friday, July 16, 2004

MENGUAK RAHASIA MALAM








sansoyo dalu araras abyor lintang kumedap titi sonyo madya ratri gandaning puspita oh oh oh oh .... tru .. tuk tuk tuk tuk tuk

Sayup-sayup terdengar suara dalang diiringi waranggana dan para pesindennya menyajikan suguhan wayang kulit di tengah malam. Salah satu aktifitas malam yg mendatangkan lapangan pekerjaan dan juga mendatangkan kenyamanan bagi yg sanggup menikmati pementasan wayang semalam suntuk.

Malam ....
Fenomena alam yg makin kelam
Yang tidak ketahuan siapa atau apa yg berpihak. Manusia yg berpihak kepada malam, ataukah malam yg berpihak pada manusia.

Pernah kumencoba mendedah malam, menelusuri jalan-jalan pekatnya. Mencoba belajar peradapan malam. Mencoba memahami kejadian di sepanjang malam. Mengamati jalan-jalan kehidupan dalam wacana malam.

Di sana, ada bus-bus yg siap mengangkut para pekerja pabrik yg kena shift malam. Aku mencoba menghitung sebahagian manusia-manusia malam, ternyata dalam bus-bus itu jumlah wanita sangat lebih banyak dibanding jumlah prianya. Pria hanya sbg sopir dan kondektur, sisanya adalah wanita. Di pabrik demikian juga, wanita-wanita tangguh begitu sibuk mengais rejeki, dan para pria hanya mengawasi. Entah sbg mandor, satpam, atau juragan.

Di sudut yg lain dalam keremangan malam, para bunga2 malam (aku lebih suka menyebutnya demikian daripada kupu2 malam) begitu genit dalam ketersudutan nasib. Si bunga malam yg sibuk mengais rejeki mencoba bertanggung jawab atas langgengnya nafas kehidupan bagi diri, anak suami, atau keluarganya, dan si pejantan malam yg sibuk memuaskan syahwat diri. Siapa yg pantas dipersalahkan ? Lagi-lagi wanita yg kena getahnya dg sebutan yg makin menghempaskannya, sementara si pria2 tersenyum lepas bebas, cuci tangan tak pernah disebut sbg si durjana malam.

Sementara di seberang jalan itu si upik dan si buyung belum jg terlelap. Masih bercanda dengan malam, sambil memanggul tanggung jawab yg belum pantas dipikulnya. Koran .. koran.. rokok... rokok.. aqua....aqua ... pak! ... bu!. Yang lain mencoba bernyanyi dengan suara parau karena mulai terserang kantuk .... "ngamen di tengah jalan la .. la ..la ..la".

Para cendekiawan dan sastrawan sibuk bermeditasi, menyelesaikan thesisnya, merenung mencari ilham untuk master piece selanjutnya, berdiskusi, bersunyi-sunyi, berbingung2 menemukan formula dan rumus tercanggih. Semua buku dibukanya, ditelusurinya, disadurnya (hue he he he ini sih aku).


Sudah pernah mencoba menghitung lebih banyak mana pedagang makanan di waktu siang atau malam di kota anda ? Teryata lebih banyak kalo malam di jogja ini. Apakah malam identik dg jiwa2 lapar ? lapar perut, lapar syahwat, lapar ilmu, lapar kalbu, lapar cinta, dan lapar akan lapar itu sendiri, waahh apaan ini nggak jelas banget.

Di dekat alun2 itu ada sepasang kakek nenek menggelar dagangannya, bakmi jawa dan wedang ronde. Usianya udah sekitar 65 ke atas aku kira, pernah kucoba bertanya "Kok mboten leyeh2 wonten griya kemawon mbah ? lha putrane kaliyan wayahe wonten pundi meniko kok mboten nderek cawe2 ngrencangi ?" (translate bebasnya bg yg binun : "Kok tidak santai2 ajah di rumah ? anaknya dan cucunya ada di mana kok tidak bantu2 berdagang ?"). Jawabannya seperti ini : "Anak kulo wonten jakarta dados kuli, putu kulo sekolah wonten mriki, sak meniko lagi main gaple, mesakaken sampun sedino kesel wonten sekolahan" (translate bebasnya bg yg binun : "Anak saya di jakarta jadi kuli, cucu saya sekolah di sini dan sekarang baru main gaple, kasian sudah seharian dia sekolah"). "Lha njenengan boten dikirimi arta napa kalian putrane ?" (translate bebasnya bg yg binun : "Simbah tidak dikirim uang apa sama anaknya ?"), jawabnya : "Wah kulo mboten remen ngresahi anak kulo, kulo taseh saged pados kiyambak, nganggur meniko marahi penyakit". (translate bebasnya bg yg binun : "Wah saya tidak suka ngepotin anak saya, saya masih bisa nyari uang sendiri, menganggur itu menyebabkan sakit2 an"). Wahh hebat TOP banget yah kakek nenek itu sekaligus memprihatinkan. Anaknya mencoba mengubah nasib, cucunya wealahh sangat amat tidak tau diri alias kurang ajar dorrrr tembak pake ilmu kadikdayan aten biar sadar!.

Para peronda mengamankan kampungnya sambil bersabung ayam dan berjudi menghabiskan waktu. Ada jg yg pamit dg menggantinya dg segepok uang ratusan rupiah hue he he he. Para penjaga pintu lintasan kereta berbekal galonan kopi mencoba terus mengawasi datang dan perginya kereta api. Para satpam dan penjaga malam siap dg handy talky nya "Roger dikopi roger .... situasi aman dan terkendali", begitu katanya. Tak tau kalo bosnya sedang sibuk menilep uang perusahaan dan sedang asyik masyuk dengan WIL atau PIL nya di sofa kantor.

Kenapa yah ada istilah malam pertama, bukannya siang pertama ? hue he he he, yg dah pengen jd pengantin nih mau tau ajah hue he he he. Termasuk rahasia malam jg kah ?

Dan di layar TV hantu-hantu malam bersliweran hi hi hi hi hi hua ha ha ha , hantu?? sapa takut ?? hue he he he. Hantu yg benar2 hantu atau bukan hantu yg berkedok hantu. Duarrrr maling teriak maling sembunyi balik dinding ...... Perompak, perampok, pembegal, bajing loncat. Ssttt ... dan tak lupa si penjahat kerah putih, belum bobok jg ternyata mereka. Masih sibuk mengkalkulasi laba dan apa2 yg bisa direkayasa dan digelapkan dalam kegelapan siang dan malam.

Lampu2 metropolitan makin riang dikala malam, joget berpeluk bau ekstasi, dansa berkeringat narkoba, dan taring2 jalang siap memangsa si sexy. Wahhhhh kayak udah pernah liat senyata-nyatanya ajah hue he he he. Cuma liat di film dan koran doang kok , cieeee sok suciiii.

Eh ternyata oh ternyata wisky, fodka, gin, tonic dan semacamnya udah begitu bebas dikonsumsi oleh remaja. Dan yg nggak punya uang lebih asyik minum oplosan racikan sendiri. Baygon dicampur beras kencur pernah nyoba ? hue he he he mari mati muda, mari mati konyol, kalo itu yg anda maui.

Di mana Tuhan kalau malam-malam ?
beserta para mukmin yg tekun beribadah, khusyuk menitikkan air mata, tengadah dalam doa, menekuni kalam Nya

Atau ....
beserta para pekerja malam yg tertindas, terhempas, tersudut dalam raungan nestapa.

Kepada siapakah Tuhan berpihak kala malam2 ?
di dalam wadah manusia yg gemar menistaan diri, yg hanya mengejar syahwat duniawi, menindas yg lemah dalam angkuh diri.

Atau ....
kepada ahli surga yg tak puas dan tak pernah bosan menyebut Nya, menyeru Nya, memuja Nya, meminta ampun kepada Nya , bertaubat nasuha, selalu mengutamakan Nya.

Lalu ...
salah siapa manusia2 yg karena kondisi harus berselingkuh dengan malam ? Malam yg seharusnya di jadikan waktu istirahat, bertafakur, dan mendekatkan diri kepada Nya. Justru menjadi ajang melestarikan sendi kehidupan dan menyabung nyawa.

Sementara ....
di sunyi malam aku asyik bercengkerama dengan keluarga, atau teman ngobrol di dunia maya. Kadang2 terperangah menikmati hamburan bintang, redupnya sinar bulan di atas sana. Berlagak menggali ilmu kejadian malam, berlagak tau rahasia semesta, berlagak jago menyingkap misteri ciptaan Nya. Dan kalau pas sadar mencoba berdekat-dekat dengan Nya.

Woahh ... saya ngantuk mbak fia kalau malam-malam hehehehe, padahal tenggat waktu penelitian makin mengejar. Lalu kapankah saya akan menemui dan bermesraan dengan si Dia? besok malam ? besoknya lagi ? atau kapan-kapan .....
(dapat dari email mbak fia dan saya bumbui sedikit-sedikit)

posting by loeloe sambil mengenang malam2 di gentheng bersama mbak fia

Thursday, July 15, 2004

KERINDUAN PERJUMPAAN









ada yg senantiasa terlewat
sebuah senyum belum juga aku berikan

kenangan masa kecil
kebahagiaan bersuka cita dalam kebebasan tanpa kemunafikan

sebelum kita dibelenggu oleh ambisi
sebelum kita begitu mudah beradu argumentasi
sebelum kita hanyut mengejar materi

ada yg senantiasa terlewat
penyesalan belum selalu membahagiakan teman sejawat

yg darinya, aku peroleh pengajaran dan pengalaman hidup
yg olehnya, aku bisa menapak jenjang kedewasaan
yg karenanya, aku bisa memperluas pertemanan sejati

ada yg senantiasa terlewat
sekuntum bunga belum juga aku berikan kepada teman masalalu

karena waktu kita terpisah tak sempat berkabar
karena cita-cita yg tak selalu sama kita sibuk mengejarnya
karena impian yg minta diwujudkan kita jadi saling melupakan

ada yg senantiasa tak terlewatkan
serangkaian doa dan harapan kebaikan
untuk kita akan berjumpa dan bersama lagi
sebuah kerinduan dari kawan tercinta yg minta dituntaskan

** puisi bagus dari mbak fia untuk saya, saat saya sangat merindukan teman-teman di jogja

Wednesday, July 14, 2004

KOMENTATOR



Ada yg hobi nyoret-nyoret koleksi buku-buku cetak tidak ?
Ada yg hobi memberi kertas-kertas sisipan pada koleksi buku-buku cetak tidak ?
Ada yg hobi meringkas isi koleksi buku-buku cetak tidak ?

Kita ini bagaikan Komentator karena sering memberi komentar-komentar tandingan di tiap buku yg sudah kita baca, seolah ingin mengajak debat atau diskusi pengarangnya.

Berikut ini adalah contoh hasil komentar mbak fia di salah satu halaman buku A 2nd Helping of Chicken Soup for the Soul. Cetak miring adalah komentar mbak fia.

SESAAT LAGI
tidak usah menunggu sesaat lagi harus detik ini juga

Sesaat lagi kau akan mengetahui perbedaan yang halus antara bergandengan tangan dan merantai jiwa,

persahabatan, pertemanan, persaudaraan tidak selamanya mulus karena kadang kita terbelunggu harus menjaga perasaan dan sikap kita terhadap mereka. Menginginkan keabadian dalam berteman harus berani mengorbankan sisi-sisi pribadi kita. Bermitra, saling mendukung, dan menopang pasti akan merantai sebagian jiwa bebas kita

Dan kau akan mengetahui bahwa cinta bukan berarti sandaran dan teman bukan berarti rasa aman,

cinta itu tenaga penggerak, pembangkit dan pemelihara semangat hidup, tetapi kita tidak bisa menyandarkan semua masalah hidup hanya dg cinta. Pengetahuan, pengalaman, keteladanan, dan kaidah-kaidah agama lebih menjamin. "Tinta-tinta awas kena baju, cinta-cinta awas cinta palsu". Teman terkadang merongrong kita dari segala penjuru, bukan rasa bahagia dan damai yg kita dapat dari pertemanan yg salah, tapi derita dan was-was. Apalagi kalau kita berteman dengan maling hue he he he, lebih parah lagi musuh dalam selimut

Dan kau akan mulai mengetahui bahwa ciuman bukanlah kontrak dan hadiah bukanlah janji,

muachhhhh muachhhh ciuman terindah dari ibu , bapak, mas dan mbak, atau suami dan anak bagi yg sudah berkeluarga adalah bahasa cinta yg tulus, tidak mengharapkan imbalan dan bayaran tapi mengharapkan kebaikan. Hadiah bisa bermakna penghargaan bisa juga pemberian cuma-cuma tanda cinta, tidak mengharapkan imbalan atas apa yg sudah kita berikan, (tambahan dari saya " tidak seperti serangan fajar para tim sukses capres wacapres yang disertai janji untuk mencoblosnya")

Dan kau akan mulai menerima kekalahan dengan kepala tegak dan mata terbuka, dengan kebesaran hati seorang dewasa, bukan dengan kemurungan anak-anak,

Hasil bukan yg utama, lebih penting proses dan ikhtiar, selama kita bertanggungjawab terhadap apa yg kita lakukan, maka konsekuensi logis dari tindakan kita harus kita tawakali dengan lapang dada. Ada saatnya kita menang ada saatnya kita kalah, kekalahan bukan hal buruk, justru akan menunjukkan kepada kita bahwa usaha dan bekal kita masih kurang, kita masih harus berbenah kalau kita tidak mau selalu kalah dari lawan yg kualitasnya lebih prima

Dan kau akan membangun semua jalanmu hari ini karena jalan esok terlalu tak pasti untuk rencana

masa depan dibangun mulai dari masa lalu dan masa kini, walaupun " Jangan melihat ke belakang dengan kemarahan, atau ke depan dengan ketakutan, tapi lihatlah ke sekitarmu dengan kewaspadaan". Berencana, berdisiplin, terkendali untuk meraih masa depan yg cemerlang

Sesaat lagi kau akan mengetahui bahwa sinar matahari bisa membakar kalau kau menerimanya terlalu banyak

Jangan tamak dan berlebihan atas segala sesuatu, terimalah sesuai porsi dan kebutuhan. Kalau itu diartikan sebagai pemberian, maka tangan yg selalu di bawah akan lebih tertutup kesempatan dan nuraninya, harus siap dengan tuntutan dari para pemberi yg tidak tulus karena tangan di bawah melambangkan orang yg menuju tertindas. Tangan di atas dengan ketulusan lebih mulia dari tangan di bawah. Membantu orang lain secara tidak langsung membantu diri sendiri

Karena itu tanamilah kebunmu sendiri dan hiasilah jiwamu sendiri, daripada menunggu seseorang memberi bunga

Menunggu adalah keadaan yg tidak pasti, sedangkan kebahagiaan dicapai bila kita berada dalam sikap yg pasti, bukan dalam keadaan yg tidak pasti. Selagi kita bisa bertindak dengan pasti menurut kemampuan sendiri, jangan menunggu orang lain yg hanya akan mengerjakan. Karena hanya penyesalan dan mengecewakan yg mungkin kita dapatkan. Mulailah dari diri sendiri segala perubahan menuju kebaikan

Dan kau akan tahu bahwa kau sungguh-sungguh dapat memikul beban ...

Hidup itu penuh beban dan masalah, kalau mau hidup harus siap dengan beban. Tuhanpun meyakinkan kita bahwa tidak akan memberi manusia beban yg melebihi kemampuan mereka. Beban .... ? siapa takut hue he he he

Bahwa kau benar-benar kuat

karakter dan keberhasilan seseorang hanya akan terbentuk melalui tempaan pengalaman dan penderitaan. Dan hidup adalah serangkaian pelajaran dan tantangan yg harus dijalani untuk dipahami. Dengan itu semua jiwa akan diperkuat, pandangan diperjelas, ambisi dibangkitkan.

Dan kau benar-benar berharga

Jangan selalu menyalahkan diri sendiri dan meragukan kemampuan sendiri. Menghargai diri sendiri dengan mengukur kemampuan diri, tidak sama dengan menyombongkan diri. Kita ini hamba Tuhan yg dibekali dengan hati dan akal, hamba sempurna walaupun bisa menjadi hamba terhina jika salah melangkah

Kata mbak fia itu masih dalam tataran teori, implementasinya baru dalam proses dan penempaan di tungku cinta hehehehe

posted by loeloe for my dearest sister with love and peace

Tuesday, July 13, 2004

SEBUAH KESEPAKATAN



Sebelum saya berangkat menunaikan tugas gratisan hihihihi, saya diberi 2 buku oleh mbakku yg punya blog ini. Buku yg pertama adalah Halal Haram oleh Yusuf Qardhawi dan buku kedua A 2nd Helping of Chicken Soup for the Soul. Mbakku ini tahu saja kalau saya sering gegabah masalah makanan sehingga bekal buku halal haram menjadi sangat berguna. Tapi ternyata buku itu masih jadi perdebatan juga yaa dikalangan umat islam. Sebagai gantinya mbak fia saya tinggali buku-buku seabrek tentang komunisme hehehehe biar siap debat masalah komunisme dengan saya.

Ternyata ceritanya jadi lain, setiap saya sempat OL dan chatting debatnya jadi tidak seimbang. Debatnya tidak pernah sampai kesimpulan dan mencapai titik temu, lha wong yang satu ngupas masalah tasawuf yg satunya lagi tetep kekeuh masalah komunisme. Tapi seruuu sampai saya ajak masuk room-room komunisme. Di room komunis mbak fia malah berda'wah hehehehe langganan di bom. Akhirnya kita buat perjanjian, siapa yg lebih dulu online, invite atau pv maka dialah yg berhak menentukan topik debat. Ternyata mbak fia yg selalu menang horeeee.

Dan perasaan dari dulu mbakku ini kalau membahas masalah tasawuf nggak pernah jauh-jauh dari ajaran cinta kasih, hakikat , dan kematian. Saya jadi takut terlalu sering membahas tentang kematian. Saya masih sangat muda gini kok diiming-imingi kematian hehehehe.

Kesimpulan sementara saya tentang ajaran tasawuf seperti ini : "Ajaran yg mengajak pengikutnya untuk selalu mencintai dan mengingat Tuhan, membersihkan jiwa dari nafsu sesatnya (semacam management qolbu) dengan ritual atau laku tertentu untuk mencapai hakikat yg sebenarnya dari ber Tuhan dan beragama. Mengingat di sini ternyata bukan hanya sekedar mengingat, tapi menjalankan apa yg disuruh oleh Tuhan dan meninggalkan yg dilarang Tuhan dan merasa selalu disayangi oleh Tuhan, jadi bukan di awasi. Kalau di awasi kesan yg timbul adalah pengekangan, ada tekanan, dan ancaman, tapi kalau di sayang kesan yg timbul adalah diperhatikan (care) dan dikasihi (love) oleh Tuhan". Semoga saya tidak salah menangkap makna ajaran tasawuf ini.

Saya bandingkan dengan pendapat yg menyatakan bahwa agama dan Tuhan adalah candu bagi manusia. Mungkin agak mirip hehehehe. Saya ingin membahas tuntas masalah ini, tapi nggak enak sama yg punya blog hehehehe. Biarkan blog ini semakin rame dan kontroversi hehehehe selagi pemiliknya berhalangan.

Satu lagi yg selalu saya ingat adalah, mbak fia sangat suka dengan quato dari buku A 2nd Helping of Chicken Soup for the Soul, yg bunyinya seperti ini :

Kematian adalah tantangan, kematian memberitahu kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Kematian memberitahu kita untuk saling mengatakan saat ini juga bahwa kita saling mencintai

Saya setuju dan langsung berkata dengan penuh perasaan "i love you mbak fia" sambil lirik mas Ifing dan adeknya mbak fia yg lain hehehehe

posted by loeloe , in the morning, Hakozaki Fukuoka with peace and love

Monday, July 12, 2004

TETAPI TERNYATA TIDAK



aku tersenyum dan selalu menunggumu tiap hari
aku mengira kau melihatku dan akan datang kepadaku, tetapi ternyata tidak

aku terus berceloteh menceritakan kebahagiaan dan hari hari ku
aku mengira kau mendengarkanku, tetapi ternyata tidak

aku membuat karya lukis dan syair terindah untukmu
aku kira kau menikmati dan menyimpannya, tetapi ternyata tidak

aku berdandan secantik mungkin dan menunggu kau ajak
aku mengira kau akan pergi bersamaku, tetapi ternyata tidak

aku memerlukanmu untuk berbagi dan curhat apa yg kupikirkan
aku mengira kau bersedia, tetapi ternyata tidak

aku siapkan ransel dan tenda beserta perbekalan untuk petualangan kita
aku mengira kau mau berkemah denganku, tetapi ternyata tidak

aku memintamu menyusulku di lapangan untuk bermain softball bersamaku
aku mengira kau akan mengikutiku, tetapi ternyata tidak

aku berkata dengan setulus tulusnya, "aku mencintaimu" dan menunggu jawaban terindah darimu
aku mengira kau mambalas cintaku dengan kadar yg sama, tetapi ternyata tidak

mbak Sya ku sayang, begitu banyak kekecewaaan sepanjang jalan kehidupan kita
yang saya tahu, hanya ada satu yg tidak pernah membuat kita akan mati kecewa
yaitu selalu berharap, memuja, dan mencintai Nya

bahkan ketika kita hanya "sedikit" ingat kepada Nya, Dia akan ingat selalu kepada kita
bahkan ketika kita hanya "selangkah" mendekati Nya, Dia akan berlari menuju kita

bukankan hanya Allah tempat kita bertawakal dan berserah diri ?

masih ingat kan mbak kunci rahasia kita walaupun hanya menyadur dari tuan bijaksana Edward Everett Hale
"Saya ini hanya satu, dan masih tetap satu. Tidak mungkin bisa mengerjakan semuanya, tapi saya masih bisa mengerjakan sesuatu. Dan karena saya tidak bisa mengerjakan semuanya, saya tidak akan menolak untuk melakukan sesuatu yg bisa saya lakukan"

Biarkalah orang orang tidak peduli kepada kita, yang terpenting kita bisa memanfaatkan sisa umur kita, bukankah sebaik baik manusia adalah manusia yg bermanfaat bagi orang lain ?

Keen on your spirit, keep on your smile and aim , you are not the best, but you always do everything better on anytime

i love you my dearest sister and don't forget it "Schutze Deinen Kopf Du hast nur einen = Jagalah kepalamu karena hanya satu " hehehehe

posted by loeloe , in the morning, Hakozaki Fukuoka with peace and love

Friday, July 09, 2004

UNDUR DIRI


(rest in peace)

saat diri hanyalah sampah bagi orang lain
maka yg terbaik adalah mengundurkan diri

saat diri hanya akan menyesatkan orang lain
yg terbaik adalah memutus kebatilan itu

saat diri hanya menyusahkan orang lain
lebih baik pamit diri sebelum menjerumuskan lebih dalam

saat diri hanya beban bagi orang lain
angkat diri pikul beban sendiri sampai haribaan

saat diri hasut kepada orang lain
sudah sepantasnya dibumi hanguskan

yg terbaik adalah minta maaf
yg terpenting adalah menyesal
yg terideal adalah taubat

maafkan daku dg segala salah dan kekuranganku
terhempas dlm kesadaran lebih baik
daripada lalai dlm kedholiman

nikmati perjalanan panjangmu
dengan segala duka bahagiamu
sampai batas nadir menjemputmu di ufuk sana
menjadi yg terbaik dan khusnul khotimah adalah dambaan

PIKIRAN ANEH DI SAAT KRITIS



Kemarin jum'at aku baca dialog jum'atnya Republika di bagian Khazanah yg berisi ttg filsuf muslim yg berasal dari Guadix, Spanyol 1110 M, yaitu Muhammad Abu Bakr Ibnu Tufayl (Ibn Tufayl). Disitu dibahas tentang kesejajaran antara Ibn Tufayl dengan Jostein Gaarder seorang filsuf dari Oslo (bukan Solo loh hue he he he. Yang dr Solo dah mau khatam bentar lagi, akan digantikan filsuf besar yg lahir di Aceh ehemm uhuy hue he he he, PD abiss dulu sebelum pingsan berkepanjangan).

Kedua filsuf tadi sama2 dikatakan sebagai penggeber dunia filsafat lewat sebuah novel sehingga akan memudahkan dan memfamiliarkan orang awam dalam memahami filsafat. Gaarder lewat Dunia Shopie nya dan Ibn Tufayl lewat Hayy Ibn Yaqzan (The Living Son of Vigilant). Kedua novel itu sama2 beralur dan menceritakan ttg perjalanan spiritual seorang anak manusia yg masih sangat muda yg mempertanyakan asal usul manusia atau Sangkan Paraning Dumadi kalau dalam bahasa jawanya.

Di novel2 itu scr garis besar pertama2 akan digambarkan ttg pengetahuan manusia yg muncul dr sebuah kekosongan, kemudian mereka menemukan pengalaman mistik sebut saja begitu (ssttt.... hati2 loh ntar ada yg bilang sirik kalo ngomongin masalah mistik). Melalui pengalaman itulah mereka mulai berhubungan dengan Tuhan. Dengan laku spiritual yg tak hanya dilakukan scr an sich. Untuk mencapai pengalaman tersebut manusia juga musti "mematikan" dirinya.

Dalam novel itu disebutkan bahwa pengalaman2 di alam bebas yg terasing dr bisingnya dunia manusia "modern" di mana di sana ada pembelajaran scr alami dari hasil pengamatan terhadap alam dan tindak tanduknya. Tak lupa pengalaman adanya perjumpaan, perpisahan, kelahiran, dan juga kematian akan membuahkan transformasi kehidupan, dari ketergantungan beralih menjadi eksplorasi dan penemuan. Dari suatu perpisahaan maka orang akan tau rahasia perjumpaan, dari kematian orang akan tau keberadaan dirinya.

Lewat pengamatan akan hal2 kecil akan mulai berkembang dan memacu untuk berpikir hal2 yg lebih besar. Mulai dari organ , kemudian entitas, dan selanjutnya obyek. Dari sana akan di dpt konsep tentang benda, bentuk, sebab dan efek, kesatuan serta keberagaman. Juga konsep yg lebih hakikat seperti "dunia" dan "dunia kemudian". Dari itu semua akan didpt suatu kesimpulan penting yaitu : "Semuanya diciptakan oleh pemilik eksistensi dan selalu berhubungan dengan pemilik eksistensi, yaitu Tuhan".

Sementara di lain pihak ada manusia lain yg hidup di tengan bisingnya manusia2 modern, yg hidup dg menjalankan suatu "agama". Agama itu dijalankan sesuai dg kitab sucinya meskipun hanya sebatas ritual dan masih melalui perantara. Manusia itu sangat penasaran (ingat baik2 yah dek penasaran = rasa ingin tau yg mendalam, menggelora dan menggeliat hue he he he) dan melakukan kajian ttg ritual agama tsb, langsung ke inti agamanya bukan literal seperti yg dilakukan oleh orang2 lainnya. Ia berusaha mencari apa sebenarnya yg ada di dlm kitab itu. Ia kemudian melakukan perjalanan ke suatu daerah yg terasing dr manusia2 modern itu dan bertemulah dg seorang anak manusia yg telah menemukan konsep dan kesimpulan tentang eksistensi manusia dan Tuhan, kematian, kehidupan, dan jg tentang utusan2 Tuhan. Keduanya saling bersinergi dan diskusi dan mampu menemukan titik temu bahwa apa2 yg ada d kitab suci agama orang2 modern itu sebenarnya adalah sama seperti hasil perenungan dan pemikiran si anak "terasing" tadi.

Kemudian keduanya melakukan perjalanan menuju dunia bisingnya orang2 modern dan bermaksud menyampaikan kebenaran dari keyakinannya tadi. Tapi apa dinyana di sana mereka menyadari bahwa sejumlah orang modern tidak dpt menangkap kebenaran sejati itu, dan mereka menyadari bahwa agama hanya diperlukan untuk stabilitas dan perlindungan sosial. Kedua orang itu berpikir bahwa yg dilakukan orang2 modern itu thd agamanya adalah bukan sumber ketaatan kepada Tuhan apalagi sumber kebahagiaan. Mereka ingin menyadarkan orang2 modern itu tapi menyadari jg bahwa usaha pencerahan itu akan membawa ke instabilitas nasional (wekkzz kayak mau pemilu ajah) , maksudnya instabilitas masyaeakat dan kegoyaan kehidupan serta keyakinan yg dikhawatirkan akan berdampak buruk akibat ketidak siapan manusia2 modern itu menerima kebenaran.

Keduanya lalu memutuskan untuk kembali ke dunia terasing dan mempraktekkan perilaku spiritual yg melahirkan pengalaman mististisme. Dari pengalaman itu akan ditemukan dua fakta ontologis yaitu :
1. Disamping keberagaman benda terdapat sebuah kesatuan. Dan selalu ada sesuatu yaitu jiwa yg selalu transeden. itulah awal dr kesadaran terbentuknya dunia, bahwa dunia tak terjadi tanpa adanya ruang dan waku. Dan penyebab semua itu adalah Tuhan.

2. Kesadaran merupakan alat investigasi untuk mengetahui keberadaan Tuhan. Dan hanya ada satu jalan untuk mencapai kebahagiaan dlm kehidupan dan setelah hidup, yaitu "Kehadiran sebuah energi yg selalu menuntunnya kepada Tuhan"

Wahhhh dah panjang yah sepanjang surat cintaku kepada sahabatku terkasih hue he he he , maklum nggak punya pacar yg bisa dikirimi surat cinta (emang penganut aliran pacaran apa yah ? nggak lah yaww, aku kayak Dee ajah ikut2 an PID). Yahhh seperti inilah seharusnya persahabatan itu bisa membawa kita untuk lebih mengenal Nya, lebih mencintai Nya, tunduk sujud kepada Nya, melaksanakan yg baik dan benar menurut Nya, mengingatkan kita apa arti hidup ini dan harus diapakan hidup ini, mengingatkan kita akan adanya kehidupan abadi sesudah kehidupan sementara. (masih bisa didebat kok bagi yg hobi debat ... debatlah aku kau kujitak hue he he he).

Debatnya bisa panjang loh, pasti ntar ada yg nanya :
1. Apakah Tuhanku dan Tuhanmu itu sama ?
2. Apakah agama itu sebenanya ?
3. Mustikah orang beragama ?
4. Tidak cukupkah hanya beriman kepada Tuhan dan berbuat baik saja ?
itu yg banyak dibilang orang pertanyaan2 atheis atau kafir, musrik dll

Terlepas dr itu semua sebenarnya aku cuma mau bilang, aku sangat berterimakasih kepada bapakku yg aku baru sadar, ternyata pola didiknya yg selalu membawa aku ke pertanyaan2 yg mendalam dan yg kadang membuat aku tak berdaya. Itu semua sangat mempengaruhi jalan hidup dan pola pikirku sekarang ini. Pola pikir yg dianggab sebagian orang penuh muslihat dan kesesatan, kemusrikan, kekafiran, ke .. apalah lagi , ahhh entahlah memang penuh ketidak wajaran kali yah (hikzz nangis deh jadi inget mega keren).

Abis baca Republika itu aku baru tau kalo dulu bapak sering bercerita yg mirip2 spt itu (jangan2 bapak ngutib dr novel itu yah hue he he he , ntar aku klarifikasi deh), sebenarnya ingin mendorong aku untuk mengetahui sangkan paraning dumadi ini, yahh asal mula dan sebab adanya kehidupan ini. I luv daddy , setelah terlebih dahulu I luv mommy 3 kali lipat okeyyy.

Trus masih ada nih yg mengganjal di kepalaku yg gundul ini hue he he he, mungkin pertanyaan2 tendensius mnrt orang lain ataupun pertanyaan2 retoris ataupun pertanyaan2 tak berguna bagi yg lain (Ahh aku jd inget bro yg berpegang pd prinsip pragmatisme dan berpikir fair, fairplay kali yah, gini loh katanya : "Jangan pedulikan omongan dan pikiran orang lain, kita fair2 ajahlah, selama kita dah berketetapan hati dan pikiran jalani ajah semampu kita, jangan pedulikan orang lain, asal tindakan kita nggak ngerugikan orang lain jalan lurus ajah, jangan tengok kanan kiri. Cuek is the best kah ?...... Aahh bro semakin aku mengatakan tak peduli, sebenarnya semakin jelas kalo aku peduli dan aku sangat memikirkan atau bahkan terpengaruh oleh sikap dan pikiran orang lain terhadap diriku ini. Aku rentan masalah kayak gini masih selalu mudah terusik dan terpengaruh kpd khalayak ramai. Imbasi dong sikap pragmatis dan fair dirimu kepadaku.)

Pertanyaan2 adalah :
1. Di saat agama yg kita anut ini dah kita pegang dan yakini kebenarannya, ternyata di sana masih banyak peluang2 untuk meraguinya lagi , nah loh gimana dong
2. Di saat kita dah yakin gitu, kemudian kita open mind dan ternyata melihat masih banyak keragaman dlm satu agama, lalu haruskan kita saling mencaci maki dan menghina satu sama lain, lalu di mana letak kedamaian dan keselamatan agama itu ?, pasti jawabnya adalah demikian : "itu bukan agamanya yg salah tapi para pemeluknya", gitu kan.
3. Di saat kita pengen bermesraan dg Tuhan kita yg kita yakini benar2 bahwa memang Dialah Tuhan kita itu, tiba2 saja banyak yg mempertanyakan masalah beribadatan kita, beribadatan yg sesat katanya, yg nggak berdalil dan hanya ritual tambah2an.

Jalan menuju ke Allah itu banyak kata orang bijak, sirrotolmustaqim itu bentuk jamak katanya, bukan hanya tunggal, betulkan itu yaaa para kyai dan alim ulama ? Beri aku pencerahan, sebelum aku binasa di tengah jalan, bantulah aku bapak, ibu dan para saudara sekalian.

Wahhh aku nulis kayak gini di blog pasti akan ada yg kontroversi lagi, menganggap aku mempublikasikan kesesatan dan tabiat2 burukku. Hanya inilah doa ku.

Wahai Allah SWT
Ampunilah hambamu yg nista dan hina ini ya Allah
Tuhanku seru sekalian alam

Bukan maksud hamba menistakan agamamu ataupun menyekutukan Mu
aku hanya ingin mengenal Mu lebih dekat dan jg kebaikan dr hukum2 Mu
tidak bolehkan hambamu ini ingin lebih mendekat dan lebih mencintai Mu

apakah salah hamba2 Mu yg begitu mencintai Mu
berdoa kepadamu , bersyair kepadamu, berdzikir kepada Mu
menyeru Mu, mengejar Mu dan segala kebaikan yg ada kepada Mu

berdosakan hamba2 Mu yg melintas batas terkeras
berusaha untuk lebih menomor satukan Mu
tak mabuk kepayang menonton kemenangan winner piala Euro 2004
tapi mabuk dalam mencintai Mu

bahkan mulutku kelu dlm diam doa dan dzikir pd Mu

[aku yg menunggu perhelatan akbar di hari yg sudah ditentukan]


NB: Aku tak berdiri, membelakangi, ataupun mengklaim mazam manapun dr banyak mazab yg telah banyak di dengungkan. Aku hanya berdiri di sini, mencoba menyibak kelam, menerjang badai, menembus batas kekerdilan diri. Keterangan lebih lanjut lihat blog langkah pertamaku
(weiitt kayak resep dokter ajah)

PERINGATAN KERAS : "Tutuplah blog ini jika anda merasa blog ini membawa ke sesatan, jangan jamah blog ini, sampai saatnya tiba blog ini akan mati dg sendirinya"

BUKAN CERMIN RETAK



bagaimana aku bisa menyalahkan orang lain
yg begitu asyik masyuk mencintai Nya

meragukan ketulusan orang
yg begitu berbakti kepada Nya

meributkan indahnya seseorang kala berdekatan dg Nya
menyebutnya sbg ritual bid'ah dan sesaji kurafat

dengan tertib dan tekun menyesatkan bahkan mengkafirkan
orang berjiwa besar yg tak peduli mati cinta pada Nya


sementara diri sendiri hanya sibuk mencari koreng
dan coreng moreng orang2 sholeh

lupa dan tergilas waktu asyik mendebugging
sampai hal terkecil khilaf salah orang lain

asyik berdzikir bukan mengingatNya ,
tapi menyumpahi dan mencaci maki orang2 tawadlu

kapankan,
aku lebih menanyakan ke diriku sendiri
sudah sibukkan aku dg selalu mencintai Nya
sudahkan aku selalu mengingat Nya dikala sempat dan tidak sempat
sudahkah aku tunduk dalam sujud ketaatan vertikal horisontal
sudah meleburkah doa dan tindakan
dlm setiap derap langkah dan eja nafas

bukankah jawaban atas dusta adalah dusta
dan pelita palsu takkan bersinar cerah

...... Jika kamu bertaqwa kepada Allah , niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqon (yakni petunjuk yg dapat membedakan antara yg baik dan batil) [QS al Anfal 29]

YANG TERKASIH



dia menyediakan senyum terindah untuk setiap kesedihanku
dia peluk dg bahasa kalbu tiap keluhku
namaku selalu terajut di doa indahnya
harummu selalu menyertaiku langkahku

ohh ibu .....
maafkan ketakberdayaanku
tak bisa selalu menemanimu
tak bisa selalu memikul bebanmu
bahkan hanya beban yg aku panggulkan ke pundakmu
maafkan anakmu ini bu .....